Teknik Menulis Buku Best Seller
Judul : Teknik Menulis Buku Best Seller
Resume ke : 20 ( Dua Puluh )
Gelombang : 33
Tanggal : Jum`at, 19 September 2025
Tema : Teknik Menulis Buku Best Seller
Narasumber : Akbar Zainuddin, MM.,MNE.
Assalamu'alaikum,
Wr.Wb,
8
Langkah Menulis Buku Best Seller dengan prinsip MAN JADDA
1.
Mulai dari sekarang
Andrea
Hirata menulis Laskar Pelangi dengan cara sederhana. Ia menulis sebagian besar
kisahnya di sela-sela waktunya, bahkan dengan komputer yang hampir rusak. Kalau
beliau menunggu waktu luang yang panjang, mungkin novel yang menginspirasi
jutaan orang itu tak akan pernah terbit.
2.
Atur ide dan outline
Menulis
tanpa arah itu seperti berkendara tanpa peta. Outline adalah kerangka besar
yang memandu kita dari awal hingga akhir.
J.K.
Rowling, penulis Harry Potter, membuat outline detail untuk tujuh bukunya
bahkan sebelum novel pertama diterbitkan. Kerangka itu membuat ceritanya
konsisten dan kuat hingga akhir.
3.
Nikmati proses menulis
Menulis
jika kita menikmatinya, menulis bisa menjadi aktivitas menyenangkan.Andrea
Hirata menulis Laskar Pelangi sambil membayangkan wajah kawan-kawan masa
kecilnya. Ketika menulis dengan rasa senang, tulisan itu akan mengalir dengan
lebih jujur dan hangat.
4.
Jaga konsistensi
Kebanyakan
penulis berhenti di tengah jalan karena kehilangan konsistensi. Keberhasilan
menulis buku bukan ditentukan oleh ledakan semangat sesaat, tapi oleh disiplin.
Habiburrahman
El Shirazy (penulis Ayat-Ayat Cinta) menceritakan bahwa ia meluangkan waktu
menulis secara rutin setiap hari. Ia tidak menunggu “mood”, karena mood itu
datang dan pergi. Justru dengan rutinitas, ide-ide segar lebih mudah muncul.
5.
Ambil inspirasi dari
sekitar
Tere
Liye banyak menulis kisah dari pengalaman masa kecilnya di Sumatera. Sederhana,
tapi karena ditulis dengan jujur, ceritanya bisa menyentuh hati jutaan pembaca.
Begitu juga dengan buku catatan harian Diary of a Wimpy Kid, yang idenya muncul
dari keseharian seorang anak sekolah.
6.
Dengarkan kebutuhan pembaca
Buku
best seller lahir bukan hanya dari keinginan penulis, tapi dari kebutuhan
pembaca. buku Chicken Soup for the Soul laris di seluruh dunia karena menjawab
kebutuhan orang.
7.
Disiplin revisi
Buku
yang baik lahir dari revisi yang telaten.
Ernest Hemingway, penulis besar dunia, mengaku sering merevisi karyanya
berkali-kali. Begitu juga dengan para penulis di Indonesia, mereka biasanya
menghabiskan waktu lebih banyak untuk revisi daripada menulis draft pertama.
8.
Aktif promosi
Buku
best seller tidak hanya ditulis, tapi juga diperkenalkan.
Banyak
penulis muda menggunakan media sosial untuk mengenalkan bukunya. Raditya Dika
sukses menjadikan blog pribadinya sebagai jalan menuju buku best seller.
Terima
kasih kepada Bapak Akbar Zainudin atas inspirasi dan bimbingannya. Semoga
menjadi amal jariyah yang terus mengalir.
Wassalamualaikum,
Wr.Wb.
Penulis,
Fatimah Qomariah
Comments
Post a Comment